
lebih lengkap mengenai AK 47 dan M16, silahkan DOWNLOAD di SINI (PDF)
PENGUMUMAN
Nomor : BII/I-a/Kp.00.3/15774/2010
TENTANG
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA
TAHUN 2010
Kementerian Agama Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut :
I. CARA MENDAFTARII. PERSYARATAN UMUM
III. WAKTU PENDAFTARAN
IV. KETENTUAN LAIN
Jakarta, 22 Oktober 2010
PANITIA PENGADAAN CPNS
KEMENTERIAN AGAMA RI
K E T U A,
SUMBER : http://www.pengumuman-cpns.com/
Sementara jumlah formasi CPNS Kota Solo dipastikan bertambah dari jumlah sebelumnya 102 formasi menjadi 148 formasi.
“Rencananya kan penyelenggaraan seleksi CPNS itu mulai diumumkan tanggal 22 Oktober 2010 besok. Tapi untuk kepastiannya ya harus menunggu sampai ada penetapan dari Menpan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Solo Etty Retnowati ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Kamis (21/10)
sumber : http://www.solopos.com/2010/solo/pengumuman-seleksi-cpns-diundur-64429
Proteksi Radiasi
Dalam setiap pemeriksaan mengunakan sinar-X, proteksi radiasi sangat penting diperhatikan. Beberapa proteksi radiasi yang harus dilakukan pada pemeriksaan radiografi thorak antara lain:
a. Pemeriksaan radiograf hanya dilakukan atas permintaan dari dokter.
b. Mengatur luas lapangan penyinaran (kolimator) seluas obyek yang akan diperiksa.
c. Mengatur faktor eksposi yang tepat (optimal)
d. Meghindari pengulangan foto karena foto yang diulang akan menambah jumlah dosis radiasi yang diterima pasien.
a. Pekerja menjaga jarak pada saat melakukan penyinaran.
b. Pekerja tidak berada pada medan radiasi jika tidak diperlukan.
c. Melakukan eksposi dari balik tabir yang dilapisi Pb.
d. Tidak mengarahkan tube ke arah pekerja radiasi.
e. Pekerja menggunakan alat ukur radiasi personal (film badge) aat bekerja menggunakan radiasi.
a. Saat penyinaran berlangsung, diusahakan hanya pasien yang berada pada ruangan pemeriksaan.
b. Apabila diperlukan seseorang untuk membantu proses pemeriksaan dimana seseorang tersebut harus berada pada ruang pemeriksaan, orang tersebut harus memakai apron sebagai pelindung dari radiasi.
c. Tidak mengarahkan tube ke lokasi yang dimungkinkan banyak terdapat orang.
JENIS-JENIS PENELITIAN
Penelitian yang akan dibahas adalah penelitian-penelitian yang didasarkan atas pendekatan ilmiah. Banyak cara untuk menetapkan jenis-jenis penelitian, sangat tergantung pada dasar yang dipakai dalam menggolongkannya dalam klasifikasi tertentu.
A. Menurut kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari biasanya penelitian dibagi atas :
1. Penelitian Dasar (murni, basic/pure/fundamental research)
Penelitian ini banyak mebahas masalah-masalah teoritis yang fundamental. Tujuan utama penelitian ini adalah menemukan prinsip-prinsip atau generalisasi yang diperlukan untuk merumuskan teorii atau dasar-dasar pemikiran ilmiah. Kebanyakan penemuan-penemuan besar seperti penemuan tenaga atom, radium, sinar-X dan listrik merupakan hasil-hasil penelitian dasar atau murni yang memungkinkan para peneliti mengikuti jejeak yang menarik dan tak terduga tanpa maksud untuk memperoleh hasil-hasil yang mempunyai artii praktis
2. Penelitian terapan (terpakai, applied/ operational research)
Penelitian ini mencari penggunaan praktis penemuan-penemuan atau hasil-hasil penelitian dasar. Menurut Beveride (1961) “Applied is a deliberate investigatiion of a problem of practical importance”
Berdasarkan urain kedua penelitian tersebut bahwa kedua penelitin tersebut hanya bersifat superfisiial. Pembagian tersebut hanya melihat apakah subjek penelitiannya mempunyai arti praktis atau tiidak. Pada penelitian terapan, ilmuwan menggunbakan metode-metode ilmu pengetahuan dengan tujuan mengembangkan produk-produk untuk kesejahteraan manusia. Penelitian murni hasilnya mempunyai kontribusi yang sama atau lebih besar dari penelitian terapan
Perbedaan yang fundamental antara kedua penelitian tersebut terletak pada tujuan dan cara mencapai apa yang dicari.
1. Penelitian Eksploratif
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan atau membuka medan baru. Penelitian eksploratif bersifat bebas dan penuh dengan pertualangan. Kadang-kadang memberi hasil atau penemuan yang besar dan tak terduga atau ia dapat tidak membuahkan hasil sama sekali.
2. Penelitian Developmental
Merupakan penelitian yang mengikuti dan mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah diperoleh oleh penelitian eksploratif atau pengetahuan yang sudah ada. Penelitian jenis ini lebih banyak dilakukan oleh ilmuwan tipe metodik yang puuas dengan mengkonsolidasi kemajuan-kemajuan yang diperoleh, untuk mencari medan baru dan mengeksplorasinya
3. Penelitian Verifikatif
Penelitian ini menguji kebenaran pengetahuan, hipotesis atau teori yang telah ada. Dalam penelitian melihat apakah teori-teori yang ada masih berlaku atau sudah tidak tepat lagi di suatu situasi dan kondisi tertentu.
1. Penelitian deskriptif
Penelitian ini menggambarkan keadaan objek penelitian, tidak sampai pada pengambilan keputusan yang berlaku umum (generalisasi). Misalkan : Penelitian mengenai distribusi tenaga radiografer di Rumah Sakit, Jumlah pasien, Frekuensii penggunaan bahan-bahan media kontras, frekuensi banyak jenis pemeriksaan dsb.
2. Penelitian Inferensial
Penelitian ini diakhiri dengan kesimpulan umum kepada populasinya, tidak terbatas pada sampelnya saja. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengambilan sampel sebelumnya, kemudian uji statistik juga dilakukan terhadap hasil data dari sampel. Setelah diperoleh hasl maka dikembalikan kepada populasinya.
1. Penelitian longitudinal
Penelitian ini dilakukan beberapa kali (pengamatan) terhadap objek yang sama dengan jarak waktu atau periode tertentu untuk dilihat ada tidaknya perubahan atau perbedaan disebut penelitian longitudinal
2. Penelitian Transversal
Pada penelitian ini dilakukan sekali penelitian (pengamatan) pada suatu saat tertentu terhadap objek yang berubah, berkembang menurut waktu.
E. Berdasakan metode yang dipakai dikaitkan dengan sifat dan fungsinya dalam dimensi waktu
1. Penelitian Historis
Penelitian historis merupakan penelitian yang menjelaskan data yang diperoleh berdasarkan kejadian yang telah lampau. Penelitian semacam ini disebut juga penelitian retrospektif. Dalam penelitian historis dipakai metode historis yang pelaksanaannya dapat dalam bentuk pengumpulan data, inteppretasi fenomena atau peristiwa yang terjadi di masa lampau.
2. Penelitian Eksperimental
Berdasarkan dimensi waktu, penelitian eksperimental dapat memprediksi kejadian yang akan datang berdasakan perlakuan terhadap objek penelitian. Secara umu penelitian ini dibedakan menjadi
a. Penelitian eksperiemental murni
Penelitian ini memungkinkan mengendalikan semua variabel luar sehingga perubahan yang terjadi hampir sepenuhnya karena pengaruh perlakuan (variabel eksperimental, variabel bebas, variabel perlekuan)
b. Penelitian eksperimental semu
Pada umumnya jenis penelitian ini tidak memungkinkan untuk mengendalikan semua varibael luar sehingga perubahan yang diamati tidak seluruhnya akibat pengaruh veriabel eksperimental atau variabel bebas.
Rancangan penelitian merupakan proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian . Dalam pengertian yang sempit, rancangan ini mengenai pengumpulan dan analisis data saja tetapi dalam pengertia yang lebih luas mencakup proses sebagai berikut :
a. Idenfikasi dan pemilihan masalah penelitian
b. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubungan-hubungan dengan penelitiam sebeluumnya.
c. Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas jangkauan dan hipotesis untuk diuji
d. Membangun penyelidikan atau percobaan.
e. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel
f. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan
g. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data
h. Membuat coding serta mengadakan editing dan processing data
i. Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensial statistik
j. Pelaporan hasil penelitian
Rancangan penelitian tidak pernah dilihat sebagai ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dari segi baik atau tidak baik saja. Rancangan tergantung dari derajat akurasi yang diinginkan, melalui pembuktian dari tingkat perkembangan bidang ilmu yang bersangkutan. Rancangan juga mencakup rencana studi maka didalamnya selalu ada trade off antara kontrol atau tanpa kontrol, antara objektivitas dengan subjektivitas.
Dalam merencanakan penelitian, rancangan dimulai dengan mengadakan penyelidikan dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui dalam memecahkan masalah. Berdasakan penelitian itu akan terjawab bagaimana hipotesis dirumuskan dan diuji dengan data yang diperoleh untuk memecahkan suatu masalah. Mualai ini juga dapat menjadi petunjuk rancangan yang akan dibuat.Rancangan untuk perencanaan penelitian bertujuan untuk pelaksanaan penelitan, sehingga dapat diperoleh suatu logika baik dalam pengujian hipotesis maupun dalam membuat kesimpulan.
Rancangan dalam pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran-pengukuran variabel, memilih prosedur dan teknik sampling, instrumen pengumpul data kemudian membuat coding, editing dan memproses data yang dikumpulkan. Dalam pelaksanaan penellitian termasuk juga proses analisis data serta membuat laporan. Dalam pelaksanaan penelitian dibagi atas
a. Desain Sampel
Desain sampel yang akan digunakan sangat tergantung dari pandangan efisiensi. Dalam desain sampel termasuk mendefinisikan populasi, besarnya sampel dan menentukan sampel yang representatif. Dalam merencanakan desain dari sampel diperlukan teknik-teknik untuk memperoleh sampling yang representatif. Jika metode pemilihan yang dipilih adalah eksperimental maka dalam masalah desain sampel ditekankan kepada desain percobaan yang tepat.
b. Desain instrumen
Yang dimaksud dengan instrumen ini adalah alat untuk mengumpulkan data. Walau metode penelitian apapun metode yang digunakan, namun desian terhadap alat untuk mengumpulkan data sangat menetukan sekali dalam pengujian hipotesis. Misalnya, Check list, Kuisioner, tes-tes psikologi dsb.
c. Desain Analisis
Secara ideal desain analisis sudah dikerjakan lebih dahulu sebelum pengumpulan data dimulai. Jika desain memformulasikan hipotesis sudah cukup baik maka desain analisis secara paralel dapat dikembangkan dari desain merumuskan hipotesis tersebut. Dalam desian analisis maka diperlukan sekali alat-alat yang digunakan untuk membantu analisis. Penggunaan statistik yang tepat sesuai dengan keperluan analisis.
SUMBER PUSTAKA :
1. Nazir, M, 1988, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
2. Aswin, S, 1997, gadjah Mada, Yogyakarta
3. Cozby, P.C, 1997, Methods in Behavioral research, Mayfield Publishing Company
4. Cresswell, J.W.,1999, Research Design Qualitative and Quantitative Approaches,Sage Prod.